Ya daripada bengong, gk ada salahnya jg kan mencoba.. Langsung aja yuuk kita simak penjelasannya..
Alkisah pada jaman dahulu ada sebuah kerajaan yang bernama Galuh Pakuan ( sekarang Rajagaluh ). Kerajaan ini di pimpin oleh Ratu Galuh. Ratu Galuh mempunyai seorang putra laki-laki. Putranya ini beserta rombongan kerajaan sering sekali marak ( mengambil ikan ) di sungai cikamangi yang berada di desa kami ini. Selain airnya jernih disini juga terdapat banyak ikan diantaranya ikan SENGGAL (sejenis lele). Sebelumnya nama desa kami bernama trajutisna, nah dari kesenangan marak rombongan tersebutlah akhirnya desa ini dinamai Desa Parakan (tempat marak).
Berhubung sebentar lagi ada pemilihan Kepala Desa untuk periode 2015-2021 yukk kita flasback dulu nama-nama yang pernah menjabat sebagai Kepala Desa Parakan dari dahulu hingga sekarang.
Inilah daftar kepala desa yang pernah menjabat di Desa Parakan :
- Bapak Kuwu Dopang ( 1852-1862 )
- Bapak Kuwu Dayung
- Bapak Kuwu Wangsa Gama
- Bapak Kuwu Bengo
- Bapak Kuwu Juhar Turci
- Bapak Kuwu Karnawi ( 1913-1929 )
- Bapak Kuwu Karta Wirja ( Kuwu Kaji ) sampai dengan 1932
- Bapak Kuwu Sarti alias Bapak Kuwu Gede ( 1933-1934 )
- Bapak kuwu Sukarmah al Amyah ( 1934-1962 )
- Bapak kuwu Sarya ( 1962-1965 )
- Bapak Kuwu Ardam ( 1965-1967 )
- Bapak Kuwu Eje ( 1967-1980 )
- Bapak Kuwu Usman ( 1980-1989 )
- Bapak Kuwu Adju ( 1989-1998 )
- Bapak Kuwu Suherman ( 1998-2008 )
- Bapak Kuwu Uhendi (2008 - )
Mungkin itu saja yang dapat saya posting. Kritik dan saran sangat aku harapkan, Terlebih data yang aku dapatkan diperoleh dari berbagai sumber. Untuk lebih jelasnya silahkan acak acak tuhh mbahh GOOGLE.. heee
Mari kita sukseskan PILKADES PARAKAN 2015 - 2021 untuk Parakan yang lebih baik !!!
I LOVE PARAKAN

Kurang spesipik brow ..
BalasHapusParakan lembur kuring..hoyong teuing ningali makmur adil sejahtera tur maju merata warga desa na.. Cerdas semangat membangun..& peduli...hayu urang piduli sareng semangat ngawangun..i love my village. You are Parakan...😃😃😘
BalasHapusHhe, iya teh. Semoga Parakan lebih baik lagi,
HapusI'm oge Parakan.
iya
BalasHapusCintailah desa kelahiran kita, gali sejarahnya Amanah apa yg ditinggalkan para leluhur kita, agar bisa melanjutkan perjuangannya dengan ketauhidannya.
BalasHapus